Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa sebuah “armada besar” tengah dikerahkan ke Iran, dengan harapan Tehran mau “datang ke meja perundingan” untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.
“Armada besar sedang menuju Iran. Armada ini bergerak cepat, dengan kekuatan, antusiasme, dan tujuan yang besar,”
tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
Dia menekankan bahwa armada tersebut lebih besar daripada yang sebelumnya dikirim ke Venezuela dan siap untuk “dengan cepat menyelesaikan misinya dengan kecepatan dan kekerasan, jika perlu.”
“Semoga Iran segera ‘datang ke meja perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan seimbang—tanpa senjata nuklir—kesepakatan yang baik untuk semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!”
katanya.
Di tengah protes ekonomi yang meluas di Iran, Trump memperingatkan kemungkinan intervensi Amerika Serikat jika pemerintah Iran melanjutkan penggunaan kekerasan terhadap demonstran “damai.”
Setelahnya, Trump menurunkan tensi retorikanya setelah mengklaim, berdasarkan “sumber yang dapat dipercaya,” bahwa pembunuhan terhadap demonstran berhenti dan Tehran menghentikan rencana eksekusi massal.
Iran mengingatkan bahwa serangan AS akan direspons dengan tindakan “cepat dan komprehensif.”
Saat berpidato di Iowa, Trump menyebut armada “indah” lain yang juga dikerahkan ke Iran.
“Jadi, kita lihat saja. Saya harap mereka membuat kesepakatan. Seharusnya mereka membuat kesepakatan sejak awal. Mereka akan memiliki sebuah negara,”
katanya kepada pendukungnya.
Iran tetap menolak bernegosiasi di bawah tekanan, meski AS menunjukkan keterbukaan bersyarat untuk diplomasi.
Akibatnya, negosiasi dalam waktu dekat masih tidak pasti.
—